Pangkalan Balai, Humas.
Kepala MAN 1 Banyuasin (Mansaba) Nely Septiana, M. Pd. I, dihadapan Bupati Banyuasin dan seluruh tamu undangan, mengatakan bahwa Mansaba sudah 22 tahun berdiri, hingga sekarang Mansaba terus berupaya membangun jatidiri menuju Madrasah Hebat Bermartabat, sebagaimana slogan yang digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (22/02).
MAN 1 Banyuasin ini memiliki sejarah yang begitu panjang, dimulai sejak awal berdirinya sebagai Madrasah Aliyah Swasta Miftahul Ulum (MAMU), kemudian seiring perkembangan kemajuan pendidikan, MAMU menginduk ke MAN 1 Sekayu menjadi MAN Filial Sekayu, barulah pada tahun 1997 keluar Surat Keputusan (SK) penegerian MAN Filial ini menjadi MAN Pangkalan Balai. Pada tahun 2018, terjadi perubahan Nomenklatur pendidikan Kementerian Agama, maka MAN Pangkalan Balai berubah nama menjadi MAN 1 Banyuasin.
Sampai dengan sekarang ini, MAN 1 Banyuasin ini telah menorehkan banyak prestasi mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi, dan bahkan Nasional. Di tingkat Provinsi Sumatera Selatan, Mansaba terpilih sebagai Madrasah sehat, Madrasah berprestasi, Madrasah Adiwiyata, Juara pertama pengelolaan Teknologi Sistem Informasi (TSI) tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan, dan juara 2 Duta Informasi Masyarakat, tambahnya.
Untuk ditingkat Nasional lanjut Nely, Mansaba berhasil masuk dalam Kompetisi Sains Madrasah tingkat Nasional, dan satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri di Sumatera Selatan, yang dinobatkan sebagai Madrasah Adiwiyata Nasional.
“Semua ini adalah hasil kerja keras dari seluruh warga Madrasah dan stakeholder yang ada, sehingga membawa Mansaba meraih prestasi gemilang tersebut. Terima kasih atas kerjasamanya semoga kedepan prestasi ini dapat terus ditingkatkan”, tuturnya.
Mansaba lanjutnya, juga turut melaksanakan program Bupati Banyuasin yakni Banyuasin Bangkit dan Religius. Diantaranya melaksakana kegiatan Sholat Duha berjama’ah setiap pagi di Mushollah, dan pelaksanaan program rumah Tahfiz Mansaba.
Sementara itu Ketua Komite Mansaba H. Ansori, dalam sambutannya mengatakan Mansaba melaksanakan program rumah Tahfiz, program ini sudah ada dan berjalan, tetapi rumahnya belum ada, hanya memanfaatkan mushollah saja. Kondisi mushollah sekarang tidak memadai untuk menampung peserta didik beribadah.
“Sebagai perpanjangan tangan dari para orang tua peserta didik, kiranya Bapak Bupati dapat membantu untuk memindahkan Mushollah yang ada ketempat yang baru yang lebih besar, sehingga dapat menampung semua peserta didik beribadah”, tandasnya.(LS).
